Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label produk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label produk. Tampilkan semua postingan

Ide Gila Promosi Produk Untuk Meningkatkan Penjualan

Di usaha kuliner yang saya jalankan, ada periode tertentu yang boleh dibilang “masa panen” bisnis makanan. Ya, Lebaran Idul Fitri, itulah momen emas untuk pemilik bisnis kuliner.  Saat itu, omzet penjualan bisa meningkat 4 kali lipat dan itu merata di semua warung atau rumah makan di daerah saya. Bisa dibilang, tidak ada rumah makan yang sepi ketika itu.

Tapi, “masa panen” tidak berlangsung lama, hanya bertahan sekitar 2 pekan saja. Setelah melewati waktunya, kehidupan bisnis pun kembali berjalan normal. Pemilik usaha lagi-lagi harus memutar otak bagaimana mempertahankan laju bisnis mereka. Dan fenomena ini juga berlaku di bisnis selain kuliner, khususnya bisnis yang bergerak di bidang eceran (retail), seperti toko fashion dan sejenisnya. Atau Anda juga merasakan hal yang sama berlaku di bisnis yang Anda jalankan?

Untuk meningkatkan penjualan di waktu “sepi”, pemilik bisnis harus berpikir secara cermat. Cara yang biasa, seperti diskon misalnya, kadang bukan pilihan terbaik di saat bisnis “sepi.” Selain diskon, sebenarnya masih banyak pilihan promosi yang bisa Anda gunakan. Anda harus jeli mengamati target pasar, untuk menciptakan promosi yang tepat sasaran. Jika anda belum punya gambaran, semoga 10 ide promosi berikut bisa membantu. Apa saja itu? Silakan simak poin-poin berikut ini:

1. Beli 1 gratis 1 – daripada Anda memberi diskon 50%, skema beli 1 gratis 1 akan terasa lebih menguntungkan kedua belah pihak. Karena, pelanggan tetap membeli produk anda dengan harga utuh, sekaligus merasa beruntung mendapatkan 1 produk secara gratis.

2. Kursus Gratis – Untuk Anda yang menjual produk dengan prosedur pemakaian tertentu, berikan kursus gratis mengoptimalkan manfaat produk Anda. Pelanggan tentu akan berterimakasih atas layanan tersebut.

3. Promosi Bersama – Kerjasama dengan pemilik bisnis lain yang relevan di sekitar Anda. Bisa dicoba kerjasama dengan bisnis yang menjual produk pelengkap produk yang Anda jual, atau bisnis yang memiliki target pasar yang sama dengan bisnis Anda. Misal, BaksoGranatz membuat promo: Beli 10 porsi BaksoGranatz GRATIS 1 jam akses internet, bekerjasama dengan warung internet terdekat.

4. Hadiah Gratis untuk jumlah pembelian tertentu – Berikan hadiah untuk pelanggan yang membeli produk minimal. Misal, BaksoGranatz memberi hadiah T-Shirt gratis untuk setiap pembelian minimal 20 porsi BGz.
5. Hadiah Kejutan untuk pembelian tertentu – Kepuasan pelanggan terjadi ketika seseorang mendapatkan lebih dari yang dia harapkan. Atau, Anda memberikan sesuatu melebihi apa yang Anda janjikan. Untuk itu, berikan hadiah kejutan untuk pembeli dengan nilai transaksi tertentu, dan buat dia terpesona dengan layanan bisnis Anda.

6. Jual Paket – Produk yang kurang laris di toko Anda, bisa dijual satu paket dengan produk yang banyak diminati pembeli. Daripada menumpuk di gudang, jauh lebih baik untuk secepatnya menjual produk yang kurang laku tersebut.

7. Berikan Voucher – Pastikan pengunjung toko Anda kembali di lain waktu, dengan memberi voucher belanja di toko Anda. Jangan lupa untuk mecantumkan masa berlaku voucher tersebut.

8. Gratis Layanan Purna Jual — Berikan layanan perawatan produk yang pelanggan beli, gratis untuk 2 pekan atau 1 bulan pertama.

9. Konsultasi Gratis – Pelanggan bisa berkonsultasi mengenai penggunaan dan perawatan produk yang dia beli di toko Anda. Selama konsultasi, Anda juga bisa menawarkan produk pelengkap untuk produk yang sudah dibeli pelanggan.

10. Gratis Desain — Jika Anda pemilik bisnis percetakan, gratiskan biaya desain untuk pemesanan dalam jumlah tertentu.
0 komentar

Membangun Citra Produk

PERNAHKAH Anda mendengar atau melihat produk-produk atau suatu bentuk bisnis dengan mengaitkan nama-nama hantu atau setan? Atau mungkin Anda pernah datang sendiri dan membeli produk-produknya? Misalnya, menu makanan, minuman atau rumah makan yang mengaitkan nama produk atau rumah makannya dengan tambahan “setan”, “kuntilanak”, “pocong” dan sebagainya?

Mungkin, untuk beberapa waktu, makanan dan minuman atau rumah makan tersebut terlihat laris karena orang penasaran seperti apakah rumah makan atau bagaimanakah menu makanan atau minuman yang menggunakan kata-kata tambahan tersebut, bagaimana bentuknya, rasanya dan seterusnya. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, saya mendapat berbagai informasi bahwa ternyata cukup banyak anak, bahkan orang dewasa, yang tidak mau, bahkan takut.

Ya, benar-benar takut dan tidak mau sama sekali untuk mendatangi rumah makan yang menjual makanan dengan nama yang mengaitkan hantu-hantu tersebut, apalagi memakan atau meminum menu yang ditawarkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun citra produk kita sejak awal. Kita tentu tidak ingin produk kita terlihat laris tapi hanya dalam waktu singkat dan akhirnya setelah beberapa waktu ditinggalkan oleh pelanggan. Saya pernah menemui contoh kasusnya. Ada suatu rumah makan yang nama rumah makan dan menunya memakai kata-kata “setan”. Pertama-tama memang agak laris, tapi setelah beberapa waktu ternyata mulai sepi pengunjung.

Kemudian setelah kata “setan” dan yang berkaitan dengan hal-hal berbau hantu diganti dengan kata yang positif, ternyata mulai ada lagi pengunjung yang mendatangi rumah makan tersebut. Sebaliknya, mungkin Anda pernah mendengar atau melihat rumah makan yang memberikan atau menambahkan nama rumah makan atau produknya dengan tambahan kata-kata “sehat”, “healthy”, “berguna dan bermanfaat”, atau “rumah gizi”? Masih banyak lagi kata-kata atau kalimat yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk memberikan citra yang lebih positif bagi produk atau bisnis kita agar keberadaan dan kelangsungan produk atau bisnis kita disukai dan tentunya lebih bertahan lama. Sangat penting kiranya untuk memulai memikirkan suatu konsep jangka panjang akan keberadaan produk atau bisnis kita supaya memiliki citra yang positif sehingga produk atau bisnis kita bisa diterima masyarakat secara lebih luas dan lebih langgeng.

Menurut saya, sebagai seorang pengusaha, kita juga memiliki kewajiban moril agar produk atau bisnis kita menguntungkan serta memberikan manfaat bagi banyak orang dan memberikan dampak yang positif bagi pengembangan karakter masyarakat secara luas dalam jangka panjang. Jadi, alangkah baiknya jika kita juga memikirkan apa dampak negatif bila kita tanpa pertimbangan matang membuat suatu produk/bisnis (termasuk membuat tagline, nama produk atau bentuk bisnisnya secara umum dan sebagainya) dan apa dampaknya bagi masyarakat secara luas? Begitu juga apa saja kiranya pengaruh positifnya bagi masyarakat jika kita membangun suatu produk yang benar-benar kita buat dengan tagline, nama, karakter atau tujuan yang lebih positif?

Setelah kita mempertimbangkan hal-hal tersebut dengan baik dan membuat suatu perencanaan yang matang dan lebih positif, saya yakin produk atau bisnis kita akan memiliki citra yang lebih baik dan bisa diterima masyarakat secara luas dalam waktu yang lebih langgeng. Tentu saja dengan terus melakukan perbaikan kualitas dan pelayanan secara keseluruhan.(Galeriukm).

Sumber: http://economy.okezone.com/read/2010/12/26/23/407202/23/pentingnya-membangun-citra-produk

0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cun blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger